Showing posts with label Iblis. Show all posts
Showing posts with label Iblis. Show all posts

Monday, November 17, 2025

Siapakah yang bertanggung jawab atas sebuah kejahatan?

Siapakah yang bertanggungjawab atas sebuah kejahatan?

Dunia ini telah sangat sering melihat terjadinya tindak kejahatan, mulai dari pembunuhan Kain terhadap Habel hingga berbagai pembunuhan, perkosaan, perampokan dan penipuan yang terjadi hingga saat ini. Sudah ada begitu banyak nyawa melayang dan ada berjuta-juta kehidupan yang telah dihancurkan oleh kejahatan manusia semenjak dosa masuk ke dalam dunia ini. [Baca juga: Mengapa Kain menjadi marah dan ingin membunuh Habel? Klik disini.]

Tidak jarang perbuatan-perbuatan jahat itu diasosiasikan lebih sebagai perbuatan setan, sebagai kontras dari perbuatan manusia. Bahkan tidak jarang pula kita dapati bahwa para pembuat kejahatan itu mengaku bahwa mereka melakukan perbuatan jahat tersebut karena merasa dibisiki oleh suatu sosok yang tidak tampak oleh mata. Ada pula orang yang tampil seperti orang kesurupan, lalu melakukan perbuatan jahat dan kemudian mengaku tidak sadar telah melakukan hal-hal yang jahat tadi.

Ide seperti yang disebutkan di atas, bukanlah ide yang asing dalam kehidupan populer. Bahkan ide seperti ini  seringkali didukung pula oleh film-film horror populer seperti Insidious, Exorcism, ataupun film-film yang bertemakan tentang Werewolves. Intinya, dalam film-film itu, seorang manusia digambarkan sedang dalam keadaan tidak sadar ketika melakukan pembunuhan yang mengerikan tersebut. Mengapa mereka dalam keadaan tidak sadar? Sebab hal tersebut dilakukan pada saat mereka sedang menjadi menjadi “sosok yang lain.”

Ada kesan melempar tanggungjawab atas segala kejahatan yang mereka lakukan kepada pihak yang lain, yaitu si setan yang merasuki orang tersebut. Bahkan salah satu film horror yang pernah beredar menuliskan semacam sub judul: The Devil Made Me Do It, setan yang melakukan itu, bukan saya. Saya sih baik orangnya, tetapi setan itulah yang jahat, dan setan itulah yang harus tanggungjawab, bukan saya.

Apakah secara Alkitabiah, cara berpikir seperti yang saya gambarkan di atas bisa diterima? Jawabannya: Tidak bisa.

Setan atau iblis memang jahat, tidak ada keraguan sedikitpun terhadap hal itu. Namun kita tidak bisa begitu saja melemparkan kejahatan yang terjadi di dunia ini kepada setan. Sebab bagaimanapun juga yang melakukan kejahatan adalah manusia itu sendiri. Ide-ide yang seolah melempar kesalahan pada setan, adalah suatu upaya penghindaran dari tanggungjawab manusia, sebagai yang melakukan kejahatan tersebut.

Menurut Alkitab, kebiasaan melempar kesalahan seperti ini tidak dapat dibenarkan. Sebab ketika seseorang menusuk orang lain dengan pisau, maka meskipun tindakan tersebut dipengaruhi/dibisiki oleh suatu entitas yang satanik, tetapi bagaimanapun juga yang melakukan penusukan tersebut tetap adalah si manusia itu, dan bukan si setan.

Mulai sejak kitab paling awal dari Alkitab, yaitu kitab Kejadian, manusia sudah mempunyai kecenderungan untuk melempar kesalahan kepada orang lain atau pihak lain. Adam melempar kesalahan pada Hawa, sambil turut mempersalahkan Tuhan. Lalu Hawa juga melempar kesalahan tersebut kepada si ular. Intinya, manusia berdosa cenderung tidak merasa dirinya berdosa, sebaliknya mereka cenderung menganggap pihak lainlah yang salah. Jangankan setan yang disalahkan, bahkan Tuhan sendiri pun turut dipersalahkan oleh manusia yang berdosa. [Baca juga: Pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. Klik disini.]

Itu sebabnya sudah bukan hal yang aneh lagi apabila di dalam budaya populer kita disuguhkan pada kisah-kisah dimana manusia pelaku kejahatan berbuat seolah-olah perbuatan itu bukan tanggungjawab dirinya sendiri, tetapi sebagai akibat kejahatan dari pihak lain.

Saya mengenal seseorang di dalam hidup saya yang sejak kecil punya kecederungan untuk selalu menganggap orang lain yang salah, sehingga dirinya sendiri tidak pernah ada kesempatan belajar untuk introspeksi dan tidak pernah belajar untuk mengakui kesalahan apapun.

Sejak SMA ia sudah bermasalah, ia sulit lulus di SMA yang satu, lalu pindah sekolah ke SMA lain, karena merasa bahwa pihak sekolah yang sebelumnya telah berlaku tidak adil kepadanya. Setelah akhirnya lulus SMA (walau telat), ia masuk kuliah di sebuah Universitas swasta. Lalu kejadiannya pun berulang kembali. Ia merasa bahwa dosennya sentimen, sistem di Universitasnya tidak beres, teman-temannya kacau dlsb sedemikian rupa sehingga ia tidak bisa menyelesaikan kuliahnya yang lagi-lagi jadi tertunda sedemikian lama. Usianya semakin lama semakin tua, tetapi ia tetap saja mahasiswa. Dan semua itu menurut dia adalah kesalahan dosen, kesalahan teman-teman, kesalahan universitas, bahkan orang tuanya pun dianggap bersalah karena telah memasukkan dia ke fakultas yang menurut dia tidak cocok.

Selanjutnya karena gagal di universitas tersebut, ia keluar, drop out. Dan orangtuanya menawarkan dia sekolah di bidang yang menurut dia merupakan bidang yang diminati. Tetapi seperti yang sudah-sudah, ia gagal lagi dan gagal lagi, dan selalu saja orang lain atau pihak lain yang salah atas kegagalannya tersebut.

Anak semacam yang saya sebutkan di atas adalah sosok pribadi yang sudah rusak mentalnya. Jangankan diteropong dari sisi Alkitab, diteropong dari sisi kehidupan yang normal saja pun dia sudah terlihat tidak normal, alias buruk. Menurut standar Alkitab, perjalanan kerohanian seseorang yang normal adalah ketika seseorang semakin lama akan semakin sadar bahwa dirinya berdosa, bukan makin lama semakin merasa tidak berdosa.

Bagaimana mungkin ia akan sampai ke kondisi spiritual seperti yang diharapkan oleh Alkitab, seperti: “berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah” jika dalam kesehariannya ia begitu fasih dalam mempersalahkan orang lain dan begitu anti dalam melakukan introspeksi, serta sama sekali tidak punya keberanian untuk mengakui bahwa dirinya bersalah atau sekedar mengakui bahwa dirinya ada kelemahan?

Ketika sebuah kejahatan terjadi, katakanlah misalnya sebuah pemerkosaan, maka sebetulnya bukan iblis yang melakukan pemerkosaan, tetapi manusia. Apabila iblis yang memperkosa, maka manusia tidak bertanggung jawab sehingga tidak bisa dipersalahkan. Tetapi pada kenyataannya, manusia pemerkosa itulah yang harus ditangkap dan diadili, sebab bagaimana pun juga dimata hukum, tetap orang itulah yang melakukan perbuatan jahat.

Peran iblis dalam kejahatan adalah dalam hal menawarkan ide lewat kata-kata. Ketika manusia menerima ide tersebut, lalu melakukannya. Maka kejahatan pun berubah dari sebuah ide menjadi sebuah tindakan. [Baca juga: Dalam hal apakah Iblis dikatakan berbahaya? Klik disini.]

Iblis memberi ide kepada Hawa, lalu Hawa bertindak, maka Hawa-lah yang bersalah di dalam tindakan tersebut. Ide atau perkataan iblis inilah yang dilawan oleh Tuhan Yesus ketika berada di padang gurun. Manusia punya pilihan untuk mendengar iblis atau tidak. Hawa mendengar. Yudas mendengar. Banyak pula manusia yang suka mendengar iblis atau pun nabi palsunya. Tetapi Tuhan Yesus adalah teladan kita. Ketika iblis mencobai Dia dengan perkataan dan ide yang jahat, Tuhan Yesus menolak. Kitapun harus seperti itu. Kiranya Tuhan Yesus menolong kita. Amin.

 

Saturday, September 20, 2025

Beberapa ciri gereja sesat serta contoh ajaran sesat yang sangat populer di zaman sekarang ini


Jika dalam tulisan yang lain, saya telah membahas tentang: Apakah pengikut ajaran sesat juga akan mendapat penghukuman dari Tuhan? (klik disini.) Maka dalam tulisan kali ini saya ingin memaparkan beberapa ciri dari gereja yang dapat dianggap sebagai gereja yang telah menyimpang (sesat) dari apa yang diajarkan oleh Alkitab.

Dalam tulisan ini saya akan memaparkan jenis-jenis gereja yang di dalam pola kecederungan beribadahnya dapat digolongkan sebagai gereja yang telah menyimpang atau sesat.

 

Kecenderungan seperti apakah yang menjadi ciri dari gereja yang menyimpang tersebut?

Beberapa jenis gereja memiliki pola kecenderungan di dalam ibadah atau pola keyakinan umum jemaat yang berbeda atau menyimpang atau tersesat dari ajaran-ajaran utama di dalam Alkitab, sehingga apabila ada seseorang yang menjadi jemaat di gereja tersebut, maka akan sulit sekali bagi orang tersebut untuk dapat mengenal Pribadi Allah yang sejati. Beberapa ciri itu adalah:

 

  1. Menggeser otoritas Firman Tuhan
  2. Menggeser posisi Tuhan Yesus sebagai satu-satunya pengantara, sebagai Tuhan dan Juruselamat
  3. Memutarbalikkan Injil Keselamatan
  4. Sangat mengagungkan manusia atau pemimpin rohani atau tokoh-tokoh di Alkitab selain Kristus.
  5. Mengutamakan tanda-tanda mukjizat dan pengalaman rohani lebih dari kebenaran Kitab Suci.
  6. Kompromi terhadap dosa dan tidak mendorong untuk hidup kudus
  7. Eksklusif dan mengikat jemaat secara tidak sehat dalam sebuah komunitas (sekte)
  8. Tidak terbuka untuk diuji oleh Kitab Suci.

Saya akan membahas ciri-ciri tersebut secara satu persatu dalam tulisan terpisah. Akan tetapi di sini saya ingin menenkankan bahwa apabila gereja tempat kita beribadah memiliki satu atau lebih dari ciri-ciri di atas, maka sebagai jemaat kita harus berani kritis dan bersikap hati-hati. Kita harus berusaha mempelajari Alkitab dari orang lain atau gereja lain yang kita anggap cukup bisa dijadikan sebagai bahan pembanding. Sebab apabila tidak, maka lambat laun kita akan terbiasa dengan ajaran yang menyimpang tersebut, sehingga lama kelamaan tidak ada lagi kepekaan dalam diri kita untuk mengetahui atau menilai apakah ajaran yang kita terima itu sesuai dengan ajaran Alkitab ataukah tidak.

Pada kesempatan ini saya ingin memberikan beberapa contoh saja dari ajaran yang cukup populer di gereja padahal ajaran tersebut sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Alkitab. Adapun untuk pembahasan dari contoh-contoh tersebut mungkin nantinya akan lebih dibahas dalam tulisan-tulisan selanjutnya,

 

Contoh dari ajaran yang saya sebutkan di atas, di antaranya adalah:

  1. Setiap orang Kristen harus bisa berbahasa lidah dan harus menggunakannya dalam rangka untuk diselamatkan.
  2. Orang Kristen bisa kehilangan keselamatannya.
  3. Kehendak Tuhan bagi setiap orang Kristen adalah agar mereka menjadi kaya dan sehat. Sehingga kalau hidup kita saat ini kaya dan sehat, maka pasti karena kita orang benar dan Tuhan memberkati kita.
  4. Orang Kristen bisa mengklaim, mengatakan dengan penuh keyakian akan sesuatu yang diinginkan, maka sesuatu itu akan menjadi kenyataan.
  5. Legalisme, kita harus melakukan ini dan itu untuk mendapatkan keselamatan
  6. Hyper-Grace, karena kita adalah orang sudah diselamatkan maka apa saja boleh kita lakukan dan Tuhan pasti akan setuju.
  7. Kalau kita memberi persembahan 100 maka Tuhan akan ganti 10 kali lipat menjadi 1000.
  8. Kita bisa menaikkan doa dengan perantaraan orang kudus yang sudah lebih dulu meninggal.
  9. Semua agama pada dasarnya sama karena sama-sama bisa membawa pada keselamatan.
  10. Tujuan kita menjadi orang Kristen adalah supaya kita menjadi orang yang baik.

Demikian beberapa contoh dari pandangan populer di kalangan orang Kristen yang sepertinya benar dan nyaman untuk diterima, namun jika dilihat lebih jauh ke dalam Alkitab, ternyata tidaklah demikian. Semoga melalui pembacaan dan perenungan kita terhadap Alkitab, perlahan-lahan kekeliruan dan penyimpangan-penyimpangan seperti itu dapat kita perbaiki dan kitapun dapat kembali ke jalan yang benar. Amin.

Baca juga:

Apakah pengikut ajaran sesat juga akan dihukum oleh Tuhan? Klik disini.
Bagaimana upaya iblis untuk menjauhkan kita dari pemahaman akan kasih Allah? Klik disini.
Apa saja 7 hal yang mampu mengalahkan keganasan iblis? Klik disini.
Apa artinya mengikat tanda di tangan dan di dahi? Klik disini.
Siapakah para Nephilim itu? Klik disini.

 

 

Monday, November 11, 2024

7 hal yang mampu mengalahkan keganasan iblis

Iblis adalah tokoh yang sedemikian kuat, bagaimana ia dapat dikalahkan?

7 hal yang mampu mengalahkan keganasan iblis
 

Melalui kisah pencobaan Tuhan Yesus di padang gurun dan kisah Adam Hawa di Taman Eden, kita belajar bahwa sebagai manusia kita tidak mungkin luput dari pencobaan yang dilancarkan oleh si iblis. Tidak ada satu manusia pun di dunia ini, entah dia percaya akan keberadaan iblis ataupun tidak percaya, yang dapat luput dari bidikan maut si iblis. [Baca: Mengapa Tuhan Yesus dibawa ke padang gurun oleh Roh Kudus? Klik disini.]

Rasul Petrus sendiri pernah berkata: Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. (1 Petrus 5:8)

Menurut Alkitab, iblis itu bukan tokoh khayalan, sebaliknya ia adalah tokoh yang sangat berbahaya dan sungguh-sungguh nyata. Manusia seringkali menganggap bahwa apa yang kita percayai itulah yang menentukan realita. Jika kita percaya sesuatu itu ada, maka hal itu akan ada. Jika kita tidak percaya bahwa sesuatu itu ada, maka hal itu pun tidak ada. Anggapan seperti ini sangat berbahaya, sebab realita itu tidak ditentukan oleh kepercayaan kita. Hanya karena seseorang percaya bahwa iblis itu tidak ada, bukan berarti bahwa iblis memang tidak ada.

Menurut rasul Petrus, iblis itu ada, sangat ganas, dan sangat aktif. Iblis tidak pernah berhenti mencari manusia untuk dapat ditelannya. Sungguh amat disayangkan bahwa manusia tidak menyadari hal ini. Sungguh amat tragis jika manusia malah menganggap bahwa iblis itu tidak ada. Hal tersebut justru akan membuat sepak terjang si iblis menjadi semakin bebas, sehingga semakin mudahlah baginya untuk menangkap jiwa-jiwa manusia dan semakin ganaslah ia menelan jiwa-jiwa tersebut.

Fakta bahwa di dunia ini, jauh lebih banyak orang yang tidak mau mengikuti Yesus Kristus. Fakta bahwa banyak orang di dunia ini yang meremehkan keberadaan si iblis. Fakta bahwa banyak orang yang tertarik kepadanya dan bahkan mendirikan tempat-tempat pemujaan baginya, adalah suatu bukti bahwa pekerjaan iblis di dunia ini terbilang cukup berhasil.

Hanya Tuhan Yesus yang berhasil menang dari pencobaan iblis. Adam dan Hawa gagal karena mereka mengesampingkan perkataan Tuhan.

Daud gagal,
Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel. (1 Tawarikh 21:1)

Yudas gagal
Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu. (Lukas 22:3)

Petrus gagal
Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." (Matius 16:23)

Ananias gagal
Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? (Kisah Rasul 5:3)

Oleh karena itu, apabila kita tidak ingin terjerat ke dalam perangkap si iblis, maka kita harus sungguh-sungguh memohon pertolongan dari Tuhan Yesus dan harus sungguh-sungguh bergantung pada Firman-Nya.

Di dalam film, kita sering melihat bagaimana orang mencoba mengalahkan iblis dengan cara-cara selain Firman Tuhan, misalnya dengan air suci, ornamen salib, buku Alkitab, mantra dan lain sebagainya, dan kita diperlihatkan bahwa cara itu bisa berhasil. Itu semua adalah keliru, sebab iblis tidaklah selemah itu, ia tidak sebodoh itu dan tidak ada manusia biasa yang mampu mengalahkan dia.

Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa iblis takut kepada air suci. Iblis takut hanya kepada darah Anak domba. Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa iblis takut pada lambang salib. Iblis takut pada Kristus yang pernah tersalibkan dan bangkit. Alkitab juga tidak pernah mengajarkan bahwa iblis takut pada buku Alkitab atau gulungan Taurat. Iblis takut kepada isi atau perkataan yang ada di dalam buku tersebut.

Setidaknya ada 7 hal yang dapat mengalahkan iblis, yaitu:

 

1. Iblis dikalahkan oleh darah Anak Domba dan kesaksian Firman dari para murid.

Alkitab mengajarkan bahwa iblis hanya dapat dikalahkan dengan pengorbanan Kristus di salib dan dengan Firman Tuhan yang diberitakan dengan setia. Tuhan Yesus melakukan hal itu di padang gurun. Para murid juga telah melakukannya ketika mereka bersaksi dengan berani. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. (Wahyu 12:11)

2. Iblis dikalahkan dengan perlengkapan senjata Allah

11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. 13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, 19juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, (Efesus 6:11-19)

3. Iblis dikalahkan dengan pelayanan Firman yang diberitakan dengan sabar, dan atas kehendak Allah

24sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar 25dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, 26dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya. (2 Timotius 2:24-26)

4. Iblis dikalahkan oleh sikap tunduk kita kepada Allah

Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! (Yakobus 4:7)

5. Iblis dikalahkan dengan iman yang teguh

9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. (1 Petrus 5:9)

6. Iblis dikalahkan melalui hati yang bijaksana dan hati yang bersih dari kejahatan.

17Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! 18Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya. 19Kabar tentang ketaatanmu telah terdengar oleh semua orang. Sebab itu aku bersukacita tentang kamu. Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat. 20Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu! (Roma 16:17-20)

7. Iblis dikalahkan oleh tindakan Ilahi (Divine Action) dalam penghakiman terakhir.

7 Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, 8dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. 9Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, 10dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya. (Wahyu 20:7-10)

Tuhan sudah menyatakan permusuhan dengan iblis

Semenjak manusia jatuh ke dalam dosa, Tuhan segera menyatakan peperangan dengan iblis.

Kejadian 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Semenjak itu, Allah terus melancarkan peperangan terhadap dunia yang berdosa ini. Ada 5 peperangan besar yang dilakukan Tuhan:

1. Peperangan melawan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan (di zaman Yosua)
2. Peperangan melawan bangsa Israel sendiri, (di zaman pembuangan)
3. Peperangan melawan bangsa yang menindas Israel (di sepanjang era Perjanjian Lama)
4. Peperangan melawan roh jahat (di era Perjanjian Baru)
5. Peperangan melawan semua makhluk yang berdosa melalui penghakiman akhir.

Dalam peperangan melawan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, bukan Yosua, melainkan Kristus yang menjadi panglima perang, Oleh karena itu, apabila kita adalah pengikut Kristus, maka bagaimana mungkin kita tidak melibatkan diri dengan peperangan Tuhan? Tuhan ingin kita ikut perang dengan kuasa kegelapan. [Baca juga: Apakah Tuhan pernah bermusuhan? Klik disini.]

Pada tahun 1861-1865 terjadi Civil War atau perang saudara di Amerika antara Union Army (no to slavery) vs Confederate States of America (yes to slavery). Union Army dengan tokohnya yaitu Abraham Lincoln (Ulysees Grant) vs Confederate States of America dengan tokohnya yaitu Robert E Lee. Mereka bertempur di Gettysburg, pada tanggal Jul 1, 1863 – Jul 3, 1863. Meski peperangan itu berlangsung dengan waktu yang singkat, tetapi perang itu menelan 50,000 korban dalam 3 hari, sebuah perang yang paling berdarah-darah dalam sejarah Amerika. Pada akhirnya peperangan itu dimenangkan oleh kelompok yang dipimpin oleh Abaraham Lincoln. Mengapa mereka bisa menang? Sebab Union Army berhasil menguasai dataran yang tinggi, dan dalam peperangan baik di era masa lalu maupun masa sekarang, berada ditempat yang tinggi merupakan sebuah keuntungan atau advantage.

Kita mau ikut menang dalam peperangan dengan iblis? Maka kita pun harus berada di tempat yang tinggi. Tetapi bukan tempat tinggi ciptaan kita sendiri, melainkan Firman Tuhan, itulah tempat yang tinggi bagi kita untuk menang atas kuasa si iblis.

Kiranya Tuhan Yesus memberkati dan menolong kita. Amin.

Baca juga: Apa itu gereja setan? Klik disini.